Tampilkan postingan dengan label Lubricate Your Mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lubricate Your Mind. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2017

LUBRICATE YOUR MIND - IV. KESEHATAN MENTAL


Seorang wanita dalam usianya yang tiga puluhan, sakit dan lemah, mendatangi dokter demi dokter di tempat praktek mereka. Walaupun para dokter yang kompeten sudah berusaha, kondisinya terus merosot dengan perlahan–lahan. Entah ada sesuatu yang salah dengan dirinya atau psikosis yang mendorongnya secara obsesif datang  dari dokter ke dokter sambil selalu mencari penentraman ilusif akan kesehatan, kenyataannya kondisi dia tetap semakin buruk, bukan semakin baik.

Kemudian ia mendapatkan suatu bentuk lain pengobatan. Ia mendengar seorang pembicara mendiskusikan kekuatan pikiran di dalam proses penyembuhan.

Untuk pertama kalinya, wanita ini menjadi sadar bahwa penyembuhan spiritual adalah bentuk  ilmiah dari kegiatan berpikir, bukan hanya dirasakan di dalam masalah psikologis, tetapi juga di dalam kondisi fisik yang aktual.

Ditunjukkan bahwa ‘kekuatan hidup’ dapat distimulasi atau ditekan oleh sikap pikiran, termasuk iman dan keyakinan.

Ceramah tersebut tidak diberikan oleh ‘penyembuh kebatinan’ tetapi oleh ahli yang terlatih secara ilmiah yang telah membuat studi tentang efek pikiran pada keadaan mental dan fisik.

Ini adalah pada hari–hari awal ilmu pengetahuan yang telah menjadi amat canggih dan umumnya dihormati di bawah istilah kedokteran psikomatik, berkenaan hubungan antara pikiran dan tubuh.

Wanita ini amat terkesan oleh konsep ini yang merupakan hal baru baginya. Manfaat pengobatannya diperlihatkan melalui fenomena yang terjadi sesudah pertemuan tersebut. Sambil berjalan sepanjang jalan bersama suaminya, ia tiba–tiba berhenti di tempat tenang di bawah pepohonan.

Dengan suara keras ia membuat penegasan : “Saya menegaskan bahwa saya diciptakan oleh Tuhan, dan bahwa Ia yang menciptakan juga dapat menciptakan kembali. Saya menegaskan bahwa kekuatan hidup sekarang mengalir ke seluruh tubuh fisik saya. Saya selama ini menghalanginya dengan pikiran sakit saya. Saya menegaskan bahwa mulai saat ini saya akan berpikir sehat, percaya sehat, bertindak sehat. Vitalitas dan kegembiraan sekarang beroperasi di dalam keseluruhan diri saya. Seluruh organisme fisik saya dibebaskan untuk berfungsi sebagaimana yang dimaksudkan oleh Sang Pencipta. Saya menegaskan dan menegaskan kembali kekuatan hidup yang dinamis.”

Walaupun ia tidak mengalami perubahan dalam semalam, ia benar–benar mulai memperlihatkan sikap yang baru dan lebih sehat. Pola berpikirnya diperiksa dengan cermat. Ia berkonsultasi dengan dokter dengan cara yang biasa untuk check–up. Fobia obatnya berkurang hingga ia menggunakan obat dengan resep dokter secara bijaksana. Perubahan tersebut pasti berhasil, karena dilaporkan bahwa wanita itu menjalani kehidupan yang aktif dan sehat, meninggal dalam usia sembilan puluh tahun karena penyakit lazim yang disebut usia lanjut.

Kata–Kata Kita dan Pengaruhnya Pada Kehidupan

Kita pasti pernah mendengar seseorang mengatakan, “Kamu akan memakan buah dari perkataanmu,” atau “Mulutmu harimaumu,” atau mungkin karena sekarang era media sosial kita tidak memakai ‘mulut’ tetapi ‘jari–jari’ untuk membuat sebuah komentar.

Sepertinya kalimat tersebut tidak terlalu berarti, padahal kenyataannya kita memang memakan buah dari kata–kata kita. Apa yang kita katakan tidak hanya mempengaruhi orang lain, tapi juga diri kita sendiri.

Seperti Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya dengan ‘SabdaNya’, kita sebagai makhluk yang paling sempurna, diwarisi kemampuan menciptakan dunia kita masing–masing melalui perkataan kita.

Kata–kata akan sangat indah apabila digunakan dengan tepat. Kata–kata dapat menumbuhkan percaya diri, menguatkan, dan memberi semangat kepada yang mendengarnya. Kata–kata yang tepat diucapkan dan pada saat yang tepat dapat merubah kehidupan.

“Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!” Tulisan Raja/Nabi Sulaiman – 900 SM.

Kita dapat meningkatkan kegembiraan kita sendiri dengan mengatakan kata–kata yang tepat. Kita juga dapat membuat diri kita kecewa dengan mengatakan hal–hal yang tidak perlu tentang masalah kita atau hal–hal pada masa lalu yang menyakitkan, mungkin hubungan yang tidak berjalan baik dengan orang lain.

Misalnya, kita pernah mengalami situasi yang mengecewakan dan hal itu terjadi justru dengan teman dekat kita, dan kalau kita perhatikan di saat kita membahas tentang hal yang mengecewakan ini, akan sangat susah bagi kita untuk melepaskannya dari kepala kita sampai kita siap pergi tidur hari itu.

Akhirnya kesadaran akan membantu kita dan kalau kita ingin hal yang mengecewakan ini berakhir, maka secara mental kita harus menghentikannya didukung secara verbal, kita tidak perlu mengulanginya dengan kata–kata kita.

“Apasih yang sebetulnya terjadi?” kita dapat menjawab,”Akan lebih baik bagiku kalau aku tidak membicarakan hal ini.”

Apakah yang akan terjadi ketika kita berbicara?

Kata–kata yang keluar dari mulut kita, akan masuk ke telinga kita juga  telinga orang lain, kemudian kata–kata itu bisa memberi kita kebahagiaan atau kesedihan, kedamaian atau kekecewaan, tergantung jenis kata–kata yang kita ucapkan.

Kehendak Sang Pencipta adalah agar roh kita bersinar dan bebas agar dapat berfungsi dengan baik, bukannya murung dan tertekan. Kita dapat belajar memilih hal–hal yang baik, sehat dan benar masuk ke dalam pikiran kita dan menolak hal yang buruk/salah.

Ada pepatah,”Kemana pikiran kita pergi, disitulah tubuh kita akan ikut,” dan bisa juga,”Kemana pikiran kita pergi, disitulah mulut kita akan ikut.”

Ketika kita memahami pengaruh/kekuatan kata–kata dan menyadari kalau kita dapat memilih apa yang kita pikirkan dan katakan, kita dapat merubah hidup kita.



Rencana untuk Mengatakan Hal yang Positif

Telah diajarkan kepada kita untuk memperbaharui budi/pikiran kita tiap pagi.

“Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak–sorak dan bersukacita karenanya!” Tulisan Raja/Nabi Daud – 1000 SM.

Memiliki pengharapan yang baik akan masa depan hidup kita, dan atas dasar itu mengatakan hal yang baik adalah salah satu hal yang menyehatkan yang dapat kita lakukan,

Kita bahkan tidak perlu mengucapkan dengan kata–kata pada orang lain untuk meningkatkan sukacita kita. Cukup dengan mengucapkan dan meyakini dalam hati kita sudahlah cukup untuk dapat membuat kegembiraan/kebahagiaan muncul.


Mengatasi Ketakutan dengan Iman

Setiap orang menghadapi dan akan menghadapi saat–saat yang menakutkan. Kita perlu berada–mungkin selalu berada dalam sebuah kondisi dimana, ketika hal yang menakutkan itu datang, kita bisa dengan segera menjalaninya di dalam iman percaya dan dapat berkata,”Saya dapat melakukannya/menghadapinya apa pun itu, bersama Tuhan yang akan memberiku kekuatan. Saya tidak akan takut.”

Ketika kita melepaskan kekuatan iman/percaya kita, kita dapat menerimanya kekuatan yang dari Tuhan, karena kita mengatakan bahwa kita percaya kalau Tuhan akan memberikan kekuatan untuk melalui masa–masa yang menakutkan dan terbang di atasnya. Tetapi tanpa percaya kita akan hidup dalam ketakutan.

Beberapa contoh ketakutan yang sering terjadi :

1. Kekhawatiran

“Sebab itu Tuhan menanti–nantikan saatnya hendak menunjukkan kasihNya kepada kamu, sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil, berbahagialah semua orang yang menanti–nantikan Dia!”  Tulisan Asha’ya – 700 SM.

Ada saat di mana kita merasa bahwa sesuatu hal yang buruk akan terjadi. Malapetaka apa yang akan terjadi setelah ini?

Jika perasaan seperti ini terus menguasai, bukan sikap berjaga–jaga/antisipasi yang terjadi, tetapi kekhawatiran.

Maka kita ditantang oleh Asha’ya yang menulis kira–kira 27 abad yang lalu, agar kita mengharapkan berkat. Berkat apa yang kira–kira akan kita terima. Kebiasaan untuk mengharapkan hal baik terjadi dan bukan mengkhawatirkan hal yang buruk, karena Tuhan ingin memberikan hal yang baik pada kita.



2. Penolakan

“Apabila orang–orang benar itu berseru–seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Tuhan itu dekat kepada orang–orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang–orang yang remuk jiwanya.” Tulisan Raja/Nabi Daud – 1000 SM.

Penolakan memang menyakitkan, tetapi kita perlu belajar dan mengetahuinya, bahwa kita tidak bertanggung jawab untuk membuat tiap–tiap orang menyukai kita. Tulisan Daud 30 abad yang lalu meyakinkan dan menantang kita untuk dapat melakukannya. Kita bertanggung jawab untuk menjadi diri kita sendiri dan menyatakannya kepada dunia, sesuai dengan karakter dan keunikan diri kita masing–masing. Tuhan memberikan kita individualitas. Kita tidak perlu berpura–pura agar orang lain menyukai diri kita. Jadilah diri kita sendiri.

Jika ada yang perlu dirubah dalam diri kita, percayalah, Tuhan akan menunjukkan pada kita.



3. Hidupku tidak akan berubah baik

Mudah bagi kita untuk berpikir,”Saya tidak akan pernah berubah; keluargaku tidak akan pernah berubah; saya tidak akan pernah punya uang yang cukup; saya tidak akan pernah menikah; saya tidak akan pernah hidup damai; saya tidak akan pernah bisa menikmati hidupku..” Sebetulnya, semua hal, keadaan, situasi–selalu mengalami yang namanya perubahan, hanya satu hal yang tidak berubah, yaitu Tuhan.

Ketika pikiran seperti ini merasuk ke dalam benak kita, kita perlu membuka mulut kita dan mulai mengatakan hal yang seharusnya. Jadi, ketika si jahat berkata bahwa hidup kita tidak akan berubah, kita perlu berkata, “Tuhan memiliki rencana yang indah di dalam hidupku, rancangan yang penuh dengan damai sejahtera, dan perubahan yang Dia miliki akan terjadi padaku.”

4. Kegagalan

Saya teringat saat kerap kali saya mengalami kegagalan dan ketakutan akan gagal di dalam hidup saya, tetapi saya tetap melangkah. Ada kalanya kita mengusahakan sesuatu kemudian bisa berhasil dan ada kalanya gagal. Ketika hal itu terjadi pada diri kita, kita perlu mengebaskan debu kegagalan yang masih menempel dan terus melangkah maju. Janganlah rasa takut untuk membuat kesalahan[merasa jangan–jangan ini langkah yang salah] membuat kita berhenti melangkah.

Kita akan mengalami kegagalan dalam hidup kita, tetapi tidak seharusnya kita menjadi pribadi yang gagal. Terjatuh tidak membuat kita gagal, kegagalan terjadi ketika kita berhenti berusaha.

5. Disakiti

Kita bisa pastikan, karena kita hidup bersama orang lain, kita akan disakiti [sengaja maupun tidak sengaja]. Tetapi jangan biarkan ketakutan ini menguasai Anda. Ketika kita mengalami ketakutan semacam ini katakan,”Tuhan, saya akan mempercayaiMu. Ketika saya berusaha untuk berhenti melindungi diriku, Engkau yang akan melindungiku.”

Ketika kita berhubungan dengan banyak orang, dan dari macam–macam tingkatan, kita akan tersakiti. Tetapi tahu atau tidak? Yang Maha Penyembuh hidup di dalam hati/benak/pikiran kita. Segera setelah kita merasa tersakiti, kita dapat segera datang padaNya,”Tuhan, saya berharap Tuhan menyembuhkan luka batinku ini, tetapi aku menolak untuk hidup dalam ketakutan.”


















Kamis, 21 September 2017

LUBRICATE YOUR MIND - III. KEKUATAN PIKIRAN VS KECEMASAN


Kekuatan Pikiran

Tulisan Albert Einstein – 1955,”Imagination is the key to knowledge,” bahwa imajinasi adalah kunci dari pengetahuan. Bahkan dia pernah mengatakan,”Imagination is more important than knowledge,” jadi imajinasi [pikiran] yang bebas akan mampu membuat seseorang lebih mudah mencapai keberhasilan dibandingkan dengan manusia yang pikirannya terbelenggu. Sebagai seorang ilmuwan, tentu Einstein tidak merendahkan ilmu pengetahuan, ia hanya ingin mengatakan kepada kita untuk tidak pernah takut berimajinasi karena imajinasi adalah benih ilmu pengetahuan. Einstein menambahkan,”Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree it will live its whole life believing that it is stupid.” Maka tugas kita adalah menemukan dimana kejeniusan kita berada. Arti jenius sendiri adalah istilah untuk menyebut seseorang dengan kapasitas kecerdasan di atas rata–rata, terutama yang ditunjukkan dalam hasil kerja kreatif. Seorang jenius menunjukkan pribadi dan imajinasi yang kuat, tidak hanya cerdas, tetapi juga unik karena bakat yang istimewa dan inovatif. Seperti Goethe dan Da Vinci diberi predikat jenius dalam bidang literatur dan seni, sementara Einstein sendiri jenius dalam bidang fisika. Jadi kembali pada pendapat Einstein yang menyebutkan bahwa kalau ikan kita sebut bodoh karena tidak bisa memanjat sebuah pohon, yang tentunya ini sebuah kiasan di mana kadang manusia menghakimi seseorang karena tidak mampu melakukan sesuatu, atau diri kita sendiri yang merasa bodoh karena tidak mampu melakukan sesuatu yang memang tidak bisa kita lakukan, tentunya itu sebuah kesalahan. Karena keunikan dari ikanlah yang memang menyebabkan dia tidak mampu memanjat pohon, tetapi mampu melakukan hal lain yang juga mengagumkan.


Kecemasan

Keahlian psikiatri yang dikhususkan untuk studi dan perawatan karena kecemasan tidak lagi mengakui adanya garis pemisah yang jelas antara normal dan abnormal. Tetapi seseorang mungkin disebut abnormal bilamana tingkah lakunya secara serius mengganggu pekerjaan atau kesanggupannya untuk berfungsi dalam masyarakat.
Kecemasan, kesedihan dan kesepian dalam rumah sakit jiwa yang suram ini difoto pemotret Jerry Cook untuk LIFE pada tahun 1946, dan menjadi bagian koleksi foto terkenal Family of Man.

Kebanyakan tingkah laku abnormal digolongkan menjadi dua tipe : yaitu neurotik dan psikotik.

Tingkah laku neurotik itu berdekatan dengan ujung normal, maksudnya tingkah laku tadi merupakan suatu bentuk ketidaknormalan yang lebih lunak. Dia kerap kali mengenal kesulitannya dan mungkin mampu membantu penyembuhannya.

Psikotik jauh lebih serius dan terungkap dalam segi tingkah lakunya. Seorang psikotik adalah seorang yang telah kehilangan beberapa atau semua hubungan dengan kenyataan.

Menurut dugaan, penyebab neurosis dewasa ini umumnya berasal dari lingkungan, maksudnya : neurosis itu disebabkan oleh tekanan dan ketegangan hidup.

Semua orang dewasa dan banyak anak–anak mengalami tekanan–tekanan. Jarang ada orang dewasa yang tidak menggunakan apa yang disebut para ahli psikiatri pertahanan neurotik untuk menghadapi tekanan tadi.

Ada orang yang kebiasaannya terlambat, ada yang terhantui kerapian dan ada yang kerap kali lupa janji. Orang neurotik menggunakan muslihat–muslihat untuk menarik perhatian bagi dirinya, untuk merebut pujian atau untuk mengikis gagasan yang tidak menyenangkan dari pikiran mereka.

Umumnya, mereka melakukan hal–hal ini oleh karena mereka takut atau curiga bahwa mereka sungguh–sungguh tidak rapi dan oleh karenanya tidak pantas, atau ingin menghindari sesuatu yang bagi mereka mempunyai konotasi tak menyenangkan. Dengan kata lain  akar semua neurosis adalah konflik emosional.

Neurosis menampakkan diri dalam banyak gejala yang berbeda–beda. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

·       Keadaan Cemas

Setiap konflik emosional menyebabkan adanya sejumlah kecemasan tertentu. Bila konflik itu hebat, maka begitu pula kecemasannya.

Bila tidak ada penyelesaian yang mudah untuk suatu konflik emosional yang serius, si penderita mungkin harus hidup dengan konflik tersebut sebaik–baiknya. Kadang kala konflik itu mungkin ditekan ke bawah sadar dan kadang kala muncul, tetapi selalu menyebabkan kecemasan besar.

Misalnya, seorang anak lelaki yang mulai dewasa mungkin selalu dijengkelkan oleh ayah atau ibunya. Karena hidup serumah dan tidak dapat mengungkapkan kejengkelannya tanpa merasa bersalah, dia berpura – pura dan bertahun–tahun menganggap antara dia dan orang tuanya baik–baik saja.

Tetapi dia tidak dapat menyembunyikan rasa cemas ini, dia boleh jadi selalu merasa tegang, kehilangan nafsu makan serta tidak bisa tidur dan capai sekali. Jantungnya mungkin berdebar bukan main cepatnya.

·       Hipokondria

Bilamana penderita neurosis mengungkapkan kecemasannya dan mencoba hidup dengan masalahnya, penderita hipokondria mencoba menggunakan pelarian diri sebagai jalan pemecahannya.

Seorang pekerja yang takut akan pemimpinnya mungkin menderita gejala–gejala kecemasan bila melihat sang pemimpin mendekati. Dia akan mengeluh karena sakit. Jika sekali berhasil menghindari pertemuan yang tidak menyenangkan, dia mungkin akan merasa sakit setiap kali mengetahui akan adanya meeting/pertemuan lain yang tidak mengenakkan.

Kesakitan yang dibayang–bayangkan oleh penderita hipokondria biasanya tidak sesuai dengan gambaran penyakit apa saja, tetapi mereka mahir membuat diagnosis sendiri.

Penderita hipokondria lebih banyak menciptakan masalah dari pada memecahkannya. Akhirnya tidak hanya kemampuan kerja, tetapi kesenangan hidupnya pun menjadi terganggu.
Dalam gambar ini, lima wanita yang gila “bulan–bulanan” menari kegilaan dibawah bulan yang mengerling.

Hampir setiap kebudayaan pernah mempunyai kepercayaan bahwa kekuatan luar seperti contoh bulan jahat yang dengan semena–mena dapat menyebabkan kegilaan.

Dalam bahasa Inggris, “Lunatic” – orang gila – berasal dari kata Latin “Luna”, dewi bulan. Penjelasan untuk ketidakwarasan seperti itu lazim, bahkan di Eropa yang kebudayaannya telah maju sampai abad ke–18 sekalipun.

·       Histeria

Kadangkala seorang neurotik akan melarikan diri dari konfliknya. Kemudian terjadi pelemahan fungsi fisik sampai nampak gejala–gejala akan adanya penyakit yang sungguh–sungguh.

Histeria adalah nama yang diberikan untuk kategori penyakit ini. (Jangan dikacaukan dengan konsep populer mengenai histeris sebagai penyakit menangis atau berteriak–teriak bila terserang kemarahan atau ketakutan)

Karena menderita histeria, seorang serdadu yang takut dikirim ke pertempuran mungkin tiba–tiba tak dapat melihat, meskipun tak ada sesuatu yang tidak beres pada matanya, dia kemudian sungguh–sungguh buta. Histeria dapat memperlihatkan gejala–gejala penyakit sejati yang begitu tepat sehingga sebagai akibat salah diagnosis oleh para ahli bedah yang kurang teliti, kemudian terjadi penyakit–penyakit histeria dioperasi.

·       Fobia

Fobia berarti takut, dan fobia neurotik adalah ketakutan irasional akan sesuatu yang menggantikan ketakutan yang sebenarnya, tetapi tersembunyi. Misalnya seorang wanita yang telah menikah tertarik pada penjual sayur dekat rumahnya. Oleh karena takut akan akibat tertariknya ini, dia berpura–pura bahwa ketakutan itu tidak ada. Waktu berjalan pulang dari membeli sayur, dia merasa ketakutan karena lalu– lintas yang mendesing–desing. Dia beranggapan bahwa ketakutannya dikarenakan oleh ketakutan akan tertabrak. Sejak itu dia tak pernah pergi untuk membeli sayur di situ lagi karena fobia terhadap lalu–lintas yang baru saja dialami dan dikembangkannya, tidak hanya pada perjalanannya ke penjual sayur itu tetapi juga ke mana–mana.

Dia menghindari penjual sayur dengan menyuruh orang lain atau anaknya untuk berbelanja. Tetapi karena lalu–lintas adalah sarana dan kebutuhan pokok kehidupan modern, dia menjadi tahanan yang dikurung oleh fobianya.
Belonefobia adalah takut terhadap benda–benda tajam. (Belone adalah kata Yunani untuk jarum) menyebabkan orang dalam kartun ini ketakutan dan bersembunyi.

Setiap orang mempunyai ketakutan, akan tetapi ketakutan baru disebut fobia apabila sampai sedemikian tidak masuk akalnya sehingga mengganggu kehidupan biasa.

Berikut beberapa jenis dari antara 250 hal lebih yang menurut penemuan para dokter ditakuti para pasien secara luar biasa, dengan nama–nama medik untuk fobianya.



     Buku – Bibliofobia

     Kucing – Ailurofobia

     Ruang terkurung – Klaustrofobia

     Ketinggian – Akrofobia

     Malam – Noktifobia

     Tertawaan – Ketegelofobia

     Dipandang orang – Oftalmofobia

     Orang asing – Xenofobia

     Tali – Linonofobia

     13 – Triskaidekafobia

     Pekerjaan – Ergofobia

     Ketakutan – Fobofobia  



·       Depresi

Depresi neurotik adalah suatu keadaan kesedihan dan kelesuan yang berlarut–larut. Keadaan ini mungkin diakibatkan oleh suatu penyakit keras atau kehilangan sesuatu, dan selama ini penderita terus menerus dihinggapi perasaan kecil hati, gagal dan rendah diri. Dia memberikan tafsiran suram, bahkan pada hal–hal yang berjalan baik baginya.

Depresi neurotik menunjukkan bukannya suatu pelarian dari rasa takut tetapi justru menyerah kepada rasa takut ini.



Penderita Psikosis

Seorang psikotik memberikan suatu gambaran yang sama sekali lain. Bila orang neurotik sukar dan menjadi tidak mampu hanya dalam beberapa segi saja, seorang psikotik menunjukkan kesia–siaan dan penderitaan manusia secara besar–besaran.

Psikosis mempunyai tahap–tahap ringan, dan kadang kala penderita psikosis ringan dapat dirawat sebagai pasien luar, tetapi biasanya mereka harus dimasukkan rumah sakit.

Gejala–gejala mereka menunjukkan suatu dunia yang sama sekali terpisah dari yang dikenal orang normal. Suatu dunia delusi, halusinasi, omongan kacau, pikiran kacau dan keadaan emosional yang berlebih–lebihan.



Kembali Ke Kekuatan Pikiran
Beberapa tahun silam pernah diadakan penelitian untuk menguji kekuatan pikiran. Para siswa di sebuah sekolah yang memiliki kemampuan sama dalam bermain basket dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama diwajibkan berlatih satu jam sehari selama sebulan, kelompok kedua tidak berlatih sama sekali dan kelompok ketiga berlatih lewat pikiran selama satu jam sehari. Hasilnya cukup mengejutkan. Kemampuan bermain kelompok pertama meningkat 2%, kelompok kedua menurun 2%, dan kelompok ketiga meningkat hingga 3%. Penelitian ini menyimpulkan  bahwa latihan fisik dan pikiran akan membuahkan hasil yang luar biasa. Penelitian ilmiah juga membuktikan bahwa manusia lebih banyak dikendalikan oleh pikiran bawah sadarnya dibandingkan dengan pikiran sadarnya. Itulah sebabnya anak yang sedari kecil selalu dihina dan dipojokkan akan sulit berkembang karena pikiran bawah sadarnya telah memvonis bahwa dia bodoh.
H.C. Andersen, penulis dongeng terkenal, menyarankan agar sedari kecil anak dibiasakan membaca atau mendengar kisah dongeng, agar pikiran [imajinasi] – nya berkembang. “Being born in a duck yard does not matter, if only you are hatched from a swan’s egg.” Tulisan H.C. Andersen – 1875. “Tidak masalah kalau kita terlahir di lingkungan bebek, yang menjadi masalah adalah kalau kita menetasnya dari telur angsa.”
Sebuah latihan kecil berikut ini dapat membuktikan tentang adanya kekuatan pikiran. Bayangkan saat ini Anda sedang memegang sebuah jeruk nipis. Apakah warnanya? Kemudian, bayangkanlah Anda membelah jeruk nipis itu dengan pisau ... dan air jeruknya muncrat ke mana–mana, kemudian jilatlah jeruk nipis di bagian terbuka yang sudah Anda belah tadi ... jilatlah lagi secara perlahan–lahan! Sekarang, perhatikan lidah Anda. Bukankah di ujung lidah ada air liur seolah–olah kita benar–benar telah menjilat jeruk nipis tersebut?
Latihan di atas sekaligus membuktikan bahwa otak tidak dapat membedakan pengalaman nyata atau hanya imajinasi. Kesalahan dalam berimajinasi akan berakibat fatal. Oleh karena itu, amatlah penting untuk selalu memusatkan pikiran kita kepada hal–hal yang baik dan positif. Bisa kita simpulkan bahwa hambatan terbesar bagi kemajuan kita adalah rasa takut yang kita ciptakan sendiri dalam pikiran kita. Misalnya dengan bertanya, bagaimana kalau kita gagal? Bagaimana kalau tidak ada yang suka? Padahal, kita tidak akan pernah tahu apakah sesuatu itu akan gagal atau berhasil sampai kita sendiri mencobanya secara tekun. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak menjadi sutradara yang  menciptakan film buruk dalam pikiran kita.
Proses melumasi  atau lubrikasi biasa dilakukan agar kinerja suatu mekanisme bisa menjadi lebih lancar, hal ini juga dapat kita terapkan pada pikiran  kita, tetapi hanya akan berhasil apabila menggunakan bentuk kalimat positif, karena dengan menggunakan bentuk negatif, seperti ‘tidak’, ‘jangan’, ‘bukan’, justru membawa kesan yang berlawanan dengan hal yang kita harapkan tercipta dalam pikiran kita. Mari kita coba buktikan dengan latihan berikut ... bayangkan baju yang ‘bukan’ berwarna biru. Kita lihat hasilnya, bahwa justru yang pertama diproses oleh otak kita  adalah warna biru.
Jika ingin berhasil dalam mewujudkan harapan atau cita–cita, jangan pernah ragu untuk membayangkan bahwa kita sudah berada pada posisi yang kita harapkan atau cita–citakan tersebut. Lakukan visualisasi seolah–olah kita sudah berada pada posisi tersebut. Tehnik visualisasi ini pernah dilakukan oleh komedian Jim Carey. Semula ia memiliki kebiasaan suka meniru gerak dan perilaku orang lain. Keahliannya terus dikembangkan dengan berlatih terus–menerus di depan cermin. Ia pun kemudian menjadi amat mahir memutar dan melipat–lipat tubuh serta wajahnya. Hasratnya yang menggebu–gebu untuk menjadi komedian yang berhasil membuatnya suatu hari menulis selembar kertas cek untuk dirinya, [yang dalam pikirannya sudah diyakini] bernilai US$ 10 juta. ‘Cek’ yang telah ditulis dengan tanggal di atasnya itu terus disimpannya di dalam saku. Seperti yang dapat kita saksikan dalam The Oprah Winfrey Show – Februari 1997, di situ Oprah Winfrey bertanya kepada Jim Carey,”Jelas sekali kamu sudah mengetahuinya, entah di mana di dalam dirimu, kamu sudah tahu bahwa kamu dilahirkan sebagai orang yang terkenal, karena ini adalah hal yang sangat menakjubkan, visualisasi yang telah kamu lakukan, dan beberapa kisah yang pernah saya baca tentang kamu, bahwa kamu dulu sering menyetir mobil sendirian, setiap malam, memvisualisasikan dirimu berhasil, padahal pada saat itu kamu bangkrut dan miskin, di tahun sekitar 1985 – 1987 ... bagaimana kamu melakukannya?” Kemudian Jim Carey menjelaskan,”Iya betul, saat itu, setiap malam aku memvisualisasikan, ada sutradara yang tertarik denganku, membayangkan orang–orang yang aku sayangi mengatakan padaku,’aku suka sekali dengan hasil kerjamu’, membayangkan hal–hal yang baik yang aku harapkan datang ke dalam hidupku ... aku tidak memiliki apa–apa waktu itu, tetapi hal ini membuat aku merasa lebih baik, saat itu, saat aku pulang ke rumah, memvisualisasikan bahwa ‘aku sudah memiliki hal – hal ini’, memang sekarang aku belum bisa memegangnya, tetapi aku memvisualisasikan bahwa aku sudah memilikinya.” Sambil tersenyum Oprah Winfrey melanjutkan bertanya,”Wow, di mana kamu belajar hal ini? Apakah dari buku pengembangan diri? Aku juga dengar kalau kamu pernah menulis cek untuk dirimu sendiri? Bagaimana itu?” Dengan bercanda Jim Carey menjawab,” Betul, sebuah buku pengembangan diri, judulnya Jim Carey Win (ha..ha..ha)... Iya memang aku menulis cek untuk diriku sendiri, sebesar US$ 10 juta, untuk sebuah lakon, atau bayaran kontrak sebuah peran, dan aku memberi diriku waktu sekitar tiga atau lima tahun waktu itu, tanggal cek aku tulis di sekitar November tahun 1995, kemudian aku simpan dalam dompetku, di saat hal buruk menimpa, kulihat lagi cek itu, di saat–saat di mana aku membutuhkan, aku buka dompetku dan melihatnya kembali, untuk beberapa saat itu menjadi kebiasaan baru bagiku untuk melihat kembali cek itu, ... kemudian sebelum November 1995 aku mendapatkan kontrak sebesar US$ 10 juta untuk film ‘Dumb and Dumber’, ... [sambil mengingat–ingat] ya betul ... waktu itu untuk film Dumb and Dumber.” Kemudian sambil disambut tepuk tangan oleh para audien, Oprah Winfrey bertanya lagi,”Jadi, kamu memvisualisasikan dirimu, kemudian hal itu terjadi, wow, jadi memvisualisasikan sesuatu bisa menjadi nyata kalau kita sungguh–sungguh mengusahakannya?” Dengan bergurau Jim Carey menjawab,” Ya, kamu harus memvisualisasikannya, tetapi tidak bisa sehabis memvisualisasikannya, kemudian kamu hanya ‘makan sandwich’ dan tidak melakukan apa–apa...”
Kemudian 14 tahun kemudian, seri wawancara Oprah Winfrey dengan Jim Carey ini menjadi sebuah bahan studi motivasional untuk Oprah Winfrey Network/OWN, dan di situ dia membuka program itu dan berkata, ”Di dalam hidup, setiap orang, di sekelilingmu, bisa menjadi guru bagi hidupmu, jika kamu sekarang ini sedang dalam kegagalan dalam membina sebuah hubungan, kamu adalah seorang murid yang harus belajar untuk bagaimana dapat memiliki sebuah hubungan yang lebih baik, jika saat ini kamu sedang mengalami hubungan yang buruk dengan bosmu, mungkin ini sebuah proses pengajaran bagi dirimu, untuk kamu mencari lagi bagi dirimu bos yang lebih baik ... siapa yang akan menyangka, dalam beberapa tahun acara The Oprah Winfrey Show, Jim Carey adalah salah satu dari guru kita yang terhebat ...” Kemudian Oprah Winfrey melanjutkan, ”Saat itu merupakan wawancara yang sangat ‘powerful’ dan mengesankan bagiku karena aku bukanlah pribadi yang melakukan visualisasi atau berpikir, bahwa pikiran tentang sistem keyakinan di dalam diriku, bisa diatur dengan cara yang sedimikian praktis, aku belajar banyak dari Jim Carey, dan apa yang dia katakan adalah benar, ‘jikalau kamu bisa melihatnya, dan percaya, hal ini akan menjadi sangat mudah untuk kamu dapat meraihnya’ ... jadi ... ‘thank you Jim’, kamu telah mengingatkan kita kembali akan pelajaran berharga ini.








Senin, 04 September 2017

SESAAT KAU HADIR

Lagu oleh Utha Likumahuwa
Diciptakan oleh : Boedi Bachtiar & Adi Murdianto




Adalah lagu hits pertama Festival Lagu Populer Indonesia 1987, yang adalah Album kompilasi dirilis pada tahun 1987.

Sepanjang sejarah Festival Lagu Populer Indonesia, bisa dibilang ini adalah album yang paling berhasil. Juri pada waktu itu berhasil memilih lagu yang bagus secara kualitas dan juga menjual dan gampang dinikmati. Hampir semua lagu yang menjadi finalis berhasil menjadi hits. Para pencipta yang masuk final kali ini tergolong hitsmaker, ada nama  Guruh Soekarnoputra, Yovie Widianto, Elfa Secioria, Dadang S. Manaf. Penyanyi yang tampil antara lain, dari Dian Piesesha, Nicky Astria dan Harvey Malaiholo. Lagu Pemenang pada tahun ini adalah "Kusadari", "Kembalikan Baliku", "Pesta".



E
Engkau datang
A E
Ketika aku jatuh bangun dan jatuh
A G#m C#m
Dalam langkah menyusuri kehidupanku yang kelam
F#m A B
Dan hampir-hampirku tak dapat melangkah lagi
E
Dirimu hadir
A E
Bagaikan sinar menerangi jalanku
A G#m C#m K
au tunjukkan arah mana yang kini harus kutempuh
F#m A B
Agar kutak sesat lagi seperti dulu
A
Bersama bayanganmu kasih
B G#m
Seakan-akan kuterjaga dari mimpi-mimpi
F#m B G#m C#m
Dari kehidupan yang semu dan melenakanku
F#m A B
Membuat kuterlupa akan segala-galanya
A
Hari ini hari ini
B G#m
Aku mencoba berdiri dan melangkah lagi
F#m B G#m C#m
Bila esok sinar mentari pagi kan bersinar lagi
F#m A B E
Aku kan menuju cita-cita yang pasti

Jumat, 01 September 2017

Raindrops Keep Falling On My Head

Dinyanyikan oleh B. J. Thomas
Ditulis oleh Burt Bacharach dan Hal David



C
Raindrops keep falling on my head
                                                       C7                                    F                     
And just like the guy whose feet are too
             Em
big for his bed
                                                                                              
A7               Em                 A7
Nothing seems to fit  those  raindrops
                   Dm
keep falling on my head .. they keep falling ...
                                                        
G7        C 
so I just did me some talking to the sun
                                          C7                           F                      
And I said I didn't like the way he got

       Em
things done    
                                                                            A7              Em           A7      
Sleeping on the job  those  raindrops are
              Dm
falling on my head ...they keep falling...

                                                              
G7              C         G7
but there's one thing  I know
                                           
F                           G7                         
The blues they send to meet me won't
       Em
defeat me ..it won't be long..                                                   

A7              Dm             F G7         
till happiness steps up to greet me



C
Raindrops keep falling on my head
                                                                   
C7                                  F
But that doesn't mean my eyes will soon be
         Em                   A7
turning red. Crying's not for me.. 
Em                               A7
cause  I'm never gonna stop the rain by
        Dm
complaining

G7            C    G7                 C           
Because I'm free... nothings worrying me


C ... G7 ... F ... G7 ... Em ...

                                                         
A7                    Dm               F                          
It won't be long till happiness steps up
          G7
to greet me




C
Raindrops keep falling on my head 
C7                                 F                
But that doesn't mean my eyes will soon be
        Em
turning red                                                         A7               Em          A7
Crying's not for me  cause  I'm never
                              Dm
gonna stop the rain by complaining
                                                          
G7             C     G7                 C
Because I'm free ...  nothings worrying me

‘Raindrops Keep Fallin’ on My Head’ adalah lagu tulisan Hal David dan Burt Bacharach untuk film ‘Butch Cassidy and the Sundance Kid’ di tahun 1969 yang memenangkan Academy Award untuk kategori Best Original Song. David dan Bacharach juga memenangkan untuk kategori Best Original Score. Lagu ini dinyanyikan  oleh B. J. Thomas yang waktu itu habis pulih dari penyakit radang tenggorokannya, karena beberapa penyanyi seperti Ray Stevens dan Bob Dylan menolak untuk menyanyikannya saat awal–awal lagu ini akan dibuat. Lagu ini menduduki peringkat 1 di Amerika, Kanada, Norwegia dan peringkat 38 di UK Single Chart. Menduduki peringkat teratas di Billboard Hot 100 selama empat minggu pada bulan Januari 1970 dan juga lagu hit Amerika pertama pada tahun 1970–an. Pada tahun 2008, lagu ini menduduki peringkat 85 untuk Billboard’s Hot 100 All – Time Top Songs. Lagu ini banyak dinyanyikan ulang oleh penyanyi terkenal, salah satunya adalah Barry Manilow.
Lagu ini menyampaikan hal–hal mengenai kesusahan dan pengharapan. Menyampaikan naik – turun – naik – nya kehidupan manusia, ‘Raindrops’ yang menggambarkan kesusahan/penderitaan yang dialami manusia yang terus menghujani kita [my head]. Gambaran ‘nothing seems to fit’ dari ‘just like the guy whose feet are too big for his bed’ [mengapa ‘the guy whose feet too big’ disatukan dengan ‘too big for his bed’, seharusnya ‘for his shoe’] mungkin yang dimaksud ‘big’, karena orangnya jangkung dan ‘bed’ – nya kurang panjang, atau mungkin karena pertimbangan enaknya irama itu didengar ... akhiran ‘head’ di baris pertama dan akhiran ‘bed’ di baris kedua ... tetapi sebetulnya hal ini juga menggambarkan keadaan yang sama sekali  tidak nyaman. Selanjutnya, karena ‘Raindrops’ – nya keep ‘falling on my head’ maka kemudian si ‘my’ mulai komplain dan ‘talking to the sun’. Kita perlu bertanya – tanya betapa beraninya si ’my’ mempertanyakan hal–hal yang tidak mengenakkan yang terjadi pada dirinya kepada Tuhan, karena arti ‘sun’ atau matahari ini ditujukan kepadaNya. Malahan kemudian si ‘my’ berkata.”I didn’t like the way he got things done, sleeping on the job, those raindrops keep falling on my head.” Betapa beraninya si ‘my’ komplain kepada Tuhan dan mengatakan tidak suka cara kerjaNya [I didn’t like the way he got things done], malahan dilanjutkan dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak melakukan apa – apa atas semua kesusahan yang dialami si ‘my’ [tidak kerja malah tidur/’sleeping on the job’].
Kita juga bisa belajar dari kisah Nabi Ayyub yang bertanya kepada Tuhan. Disini kita akan melihat bahwa seorang nabi pun mempertanyakan keputusan Tuhan dalam hidupnya, di saat kesusahan tiba–tiba melanda, di saat hidupnya berubah menjadi penderitaan, penuh penyakit, miskin dan kehilangan keluarganya, bahkan dituliskan, ia mengutuki hari kelahirannya.
Tulisan Nabi Ayyub – 1750 SM, “Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki–laki telah ada dalam kandungan. Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah yang di atas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya. Biarlah kegelapan dan kekelaman menuntut hari itu, awan–gemawan menudunginya dan gerhana matahari  kegelapan; janganlah ia bersukaria pada hari–hari dalam setahun; janganlah ia termasuk bilangan bulan–bulan. Ya, biarlah pada malam itu tidak ada yang melahirkan, dan tidak terdengar suara kegirangan. Biarlah ia disumpahi oleh para pengutuk hari, oleh mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan. Biarlah bintang–bintang senja menjadi gelap; biarlah ia menantikan terang yang tak kunjung datang, janganlah ia melihat merekahnya fajar, karena tidak ditutupnya pintu kandungan ibuku, dan tidak disembunyikannya kesusahan dari mataku. Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan? Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu? Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat bersama–sama raja–raja dan penasihat–penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya, atau bersama–sama pembesar– pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak.
Lukisan Nabi Ayyub oleh Leon Bonnat, pelukis Perancis.
Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang? Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru–hara, di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat. Dan para tawanan bersama–sama menjadi tenang, mereka tidak lagi mendengar suara pengerah. Di sana orang kecil dan orang besar sama, dan budak bebas dari pada tuannya. Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah–susah, dan hidup kepada yang pedih hati; yang menantikan maut, yang tak kunjung tiba, yang mengejarnya lebih dari pada menggali harta terpendam; yang bersukaria dan bersorak–sorai dan senang, bila mereka menemukan kubur; kepada orang laki–laki yang jalannya tersembunyi, yang dikepung Allah? Karena ganti rotiku adalah keluh kesahku, dan keluhanku tercurah seperti air. Karena yang kutakutkan itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.”
Bait selanjutnya dari lagu Raindrops Keep Falling' on My Head memberikan persepsi yang berbeda, dengan munculnya keyakinan bahwa hal yang baik akan terjadi."They keep falling, but there's one thing I know, the blues they send to meet me won't defeat me, it won't be long till happiness steps up to greet me."  Gambaran dari ‘the blues’ atau perasaan sedih yang datang tidak akan mengalahkan, dan tidak lama lagi kebahagiaan akan datang menyapa.
Sama seperti kisah Nabi Ayyub di akhir penderitaannya, dengan mencabut perkataannya kepada Tuhan dan dengan penyesalan diri mengatakan,"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu,dan tidak ada rencanaMu yang gagal. FirmanMu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan tidak kuketahui. FirmanMu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." Nabi Ayyub - 1750 SM.
Kemudian keadaan Nabi Ayyub pun dipulihkan dan Tuhan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Waktu itu kekayaan diukur dengan jumlah ternak yang dimiliki, dan dikatakan Tuhan memberkati Nabi Ayyub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Ia juga mendapat tujuh orang anak laki–laki dan tiga orang anak perempuan; dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. Diseluruh negri tidak terdapat perempuan yang secantik anak–anak Nabi Ayyub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah–tengah saudara–saudaranya laki–laki. Kemudian Nabi Ayyub masih hidup seratus empat pulun tahun lagi; ia melihat anak–anaknya dan cucu–cucunya sampai keturunan yang keempat.